Laman

Kamis, 09 Mei 2013

contoh laporan PPL

adhe.ke@gmail.com
BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Pendidikan merupakan suatu proses untuk mencerdaskan anak didik. Sehingga tugas  guru sebagai  pendidik  tidaklah dapat dikatakan ringan, karena seorang guru tidak  hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi hal yang lebih penting adalah membentuk kepribadian anak didik  menjadi manusia yang seutuhnya.
Pendidikan merupakan proses pengembangan menuju kedewasaan dalam proses berpikir dan bertindak. Oleh kerena itu seorang calon pendidik sebelum diterjunkan ke dunia pendidikan hendaknya dibekali dengan berbagai ilmu pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan profesi dan kemampuan dalam melaksanakan tugasnya, agar tujuan yang diharapkan dapat tercapai.
Sebagai calon guru, mahasiswa di bangku kuliah telah mempelajari berbagai ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan pendidikan, namun hal itu belum cukup sebagai bakal bagi seorang pendidik yang professional.
Untuk melengkapi kekurangan tersebut, maka mahasiswa calon guru diwajibkan untuk melaksanakan praktek pengalaman lapangan (PPL) di sekolah yang ditetapkan.
Praktek pengalaman lapangan (PPL) merupakan matakuliah prasyarat yang harus ditempuh oleh mahasiswa setiap jurusan atau program studi yang ada di fakultas  keguruan dan ilmu pendidikan unversitas mataram untuk mencapai ketuntasan belajar. Dimana syarat dan ketentuan mengikuti program PPL ini telah disusun dan ditetapkan pada buku pedoman penyelenggaran pendidikan. Adapun jumlah SKS yang di telah di tetapkan pada program PPL ini yaitu sebesar 3 SKS .dengan demikian di harapkan mahasiswa calon guru memiliki bekal yang cukup untuk memasuki dunia pendidikan sesuai dengan tujuan dan sasaran yang ingin dicapai melalui program PPL tersebut.

B.     Pengertian PPL
Program pengalaman lapangan merupakan salah satu matakuliah proses belajar mengajar yang dipersyaratkan dalam pendidikan prajabatan guru yang dirancang secara khusus untuk menyiapkan calon guru agar memiliki dan menguasai profesi keguruan yang terpadu secara utuh sehingga setelah mahasiswa menjadi guru, mereka dapat mengemban tugas (Pedoman penyelenggaraan pendidikan FKIP UNRAM, hal: 36).
Praktek pengalaman lapangan (PPL)  merupan kegiatan intrakurikuler yang dilaksanakan oleh mahasiswa calon pendidik, mencakup latihan mengajar maupun tugas-tugas kependidikan diluar mengajar secara terbimbing dan terpadu untuk memenuhi persyaratan pembentuk profesi pendidik yang dalam pelaksanaanya bukan hanya memberikan ilmu secara langsung dan terbimbing untuk memenuhi syarat pembentukan profesi pendidikan . sehingga di harapkan dapat mengemban tugas dan tanggung jawabnya kelak sebagai seorang guru.

C.     Tujuan PPL
Program praktek pengalaman lapangan diarahkan untuk mendidik, membimbing dan melatih mahasiswa agar:
1.         Mengenal secara cermat lingkungan fisik, serta lingkungan sekolah.
2.         Memilki dan menguasai keterampilan dasar mengajar.
3.         Mampu melaksanakan keterampilan mengajar pada mata pelajaran yang diajarkan.
4.         Mampu menarik pelajaran dari penghayatan dan pengalamanya selama latihan untuk dijadikan bahan refleksi terhadap pembentukan sikap profesional sebagai guru.
5.         Memiliki suatu standar kompetensi professional keguruan yang dihasilkan oleh suatu LPTK.
(Pedoman penyelenggaraan pendidikan FKIP UNRAM, hal: 36).

D.    Sasaran PPL
Sasaran yang ingin dicapai dari pelaksanaan praktek pengalaman lapangan ini adalah membentuk pribadi calon pendidik  yang  memiliki seperangkat ilmu pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap serta mampu dan tepat menggunakannya dalam menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran di sekolah maupun di luar sekolah.

E.     Manfaat PPL
Kegiatan PPL ini bermanfaat untuk menyiapkan calon guru agar memiliki dan menguasai kompetensi profesi guru secara utuh sehingga menjadi guru yang mampu mengemban tugas dengan baik dan memiliki tanggung jawab secara professional.
Adapun manfaat program pengalaman lapangan ini adalah:
1.      Bagi siswa
a.       Memperoleh pengalaman langsung tentang cara berpikir dan bekerja dalam mengatasi masalah pendidikan.
b.      Memperoleh pengalaman dan keterampilan tentang pembelajaran dan pengelolaan lembaga pendidikan.
c.       Memberikan kesempatan untuk berperan sebagai motivator dan dinamisator dalam penyelenggaraan pendidikan yang bermutu.
d.      Memperoleh pengalaman tentang bagaimana cara melaksanakan kegiatan belajar mengajar dalam suatu lembaga pendidikan.
e.       Memiliki kesempatan untuk mempraktekkan teori yang telah diperoleh.
f.       Mahasiswa PPL akan memperoleh pengetahuan yang terkait dengan pendidikan di lapangan untuk dijadikan bahan refleksi terhadap pembentukan sikap profesional sebagai seorang guru.
2.      Bagi sekolah
a.       Memperoleh kesempatan untuk terlibat dalam penyiapan calon pendidik dan tenaga pendidikan yang berkualitas.
b.      Mendapatkan bantuan baik dalam mengajar di kelas maupun mengatasi masalah di sekolah.
3.      Bagi universitas
a.       Memperoleh umpan balik dari lembaga penyelenggara pendidikan dalam upaya peningkatan kualitas lulusan.
b.      Terwujudnya kemitraan antar lembaga penyelenggara pendidikan, pemerintah daerah dan instansi lainnya.


BAB II
KEADAAN SEKOLAH
Kegiatan praktek pengalaman lapangan (PPL) dilaksanakan pada bulan Juli 2012 sampai dengan bulan  Desember  2012. Kegiatan pertama kali yang dilakukan adalah observasi langsung dengan tujuan untuk melihat kondisi sekolah secara keseluruhan dan mengumpulkan data yang diperlukan dengan mengadakan pengamatan dan pendekatan terhadap berbagai aspek yang berkaitan dengan kegiatan praktek pengalaman lapangan.
Adapun keadaan sekolah sebagai berikut:
A.    Keadaan fisik sekolah
1.         Luas tanah                                                : 5.283 m2
2.         Jumlah ruang kelas                                   : 9
3.         Ukuran ruang kelas                                  : 63 m2
4.         Bangunan yang ada:
a.    Ruang Kepala Sekolah                        :    m2
b.    Ruang Guru                                         : 42 m2
c.    Ruang Laboratorium                           : 135 m2
d.   Ruang Perpustakaan                            : 73 m2
e.    Ruang BP/BK/UKS                            : 32 m2
f.     Ruang TU                                            : 42 m2
g.    Ruang Kopsis/Kantin                          : 24 m2
h.    Toilet Guru                                          : 3 m2
i.      Toilet Siswa                                         : 3 m2
j.      Ruang Ibadah                                      : 49 m2
k.    Dapur                                                  : 5 m2
l.      Gudang                                               : 27 m2
5.      Lapangan Olahraga (jenis)
a.    Lapangan Bola Basket

B.     Keadaan lingkungan sekolah
1.      Jenis bangunan yang mengelilingi sekolah:
a.    Sebelah barat   : pantai Tanjung Karang
b.    Sebelah timur  : jalan Lingkar Selatan
c.    Sebelah utara   : Kantor LLAJ
d.   Sebelah selatan: Kantor Kehutanan
2.      Kondisi lingkungan sekolah
Kondisi lingkungan SMP Negeri 17 Mataram cukup baik, dibangun diatas tanah seluas 5.283 m2 terdapat 9 ruang kelas dengan ukuran luas masing-masing 63 m2. Selain ruang kelas terdapat juga bangunan lain seperti: musholla, ruang perpustakaan, ruang guru, dapur, toilet dan ruang lainnya.

C.     Fasilitas sekolah
Sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah antara lain:
1.      Ruang Kepala Sekolah
Ruang kepala sekolah memiliki luas  m2.Memiliki fasilitas yang baik.
2.      Ruang Guru
Ruang guru memiliki luas 42 m2. Fasilitas dalam ruang guru seperti meja dan kursi guru sudah memadai.
3.      Ruang Perpustakaan
Ruangan ini memiliki luas 73 m2. Fasilitas yang dimiliki oleh perpustakaan terdiri atas meja, kursi dan rak-rak buku serta sebuah televisi.
4.      Ruang Kelas
SMPN 17 mataram memiliki 9 ruang kelas yang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar, terdiri dari 3 ruang kelas VII, 3 ruang kelas VIII, dan 3 ruang kelas IX. Kondisi ruang kelas cukup baik.
5.      Ruang UKS
Ruangan UKS berada dalam ruangan BP/BK. Ruangan ini memiliki luas m2, dalam ruangan UKS terdapat dua tempat tidur, meja, kursi dan sudah terdapat berbagai macam obat-obatan yang memadai.
6.      Ruang BP/BK
Ruangan ini memiliki luas 32 m2.Dalam ruangan BP/BK terdapat ruangan UKS Ruangan ini digunakan untuk membimbing siswa dalam mengatasi masalah.
7.      Laboratorium
Saat ini sekolah baru memiliki ruang laboratorium IPA. Ruangan ini memiliki luas 135 m2. Ruang laboratorium belum bisa difungsikan. Dalam ruangan ini terdapat lemari, meja, kursi, dan sebuah meja pimpong.
8.      Ruang Tata Usaha
Kondisi ruang tata usaha cukup baik dan nyaman. Fasilitas yang ada antara lain   lemari, kursi, meja, computer dan printer. Dalam ruang TU juga terdapat sebuah dapur.
9. Musholla
Musholla di sekolah ini memiliki luas 49 m2.kondisinya cukup baik, bersih dan terawat.
10.  Ruang Dapur
Ruangan ini memiliki luas    dan terletak di dalam ruang TU. Ruang ini digunakan untuk membuat minuman ataupun meletakkan perabotan milik sekolah seperti piring, gelas dan lain sebagainnya.
11.  Ruang Kopsis
Ruang kopsis digunakan untuk berjualan makanan atau kebutuhan sekolah dan dikelola oleh guru.Di dalam ruang kopsis terdapat meja guru.
12.  Fasilitas lainnya
Fasilitas lain yang dimiliki oleh SMP Negeri 18 mataram antara lain:
a.     Lapangan bola
b.    Lapangan basket
c.     Kantin
d.    Toilet
e.     Gudang
f.     Kebun Sekolah

Administrasi atau perlengkapan sekolah terdiri dari:
1.    Administrasi Kepala Sekolah
a.    Dokumen sekolah
b.    Daftar pembagian tugas
c.    Notulen rapat
2.    Administrasi Guru
a.    Daftar siswa
b.    Daftar ijazah
c.    Daftar kelas
d.   Daftar hadir siswa
e.    Administrasi kepegawaian
f.     Daftar pegawai tetap
g.    Daftar pegawai honor

D.    Penggunaan Sekolah
1.      Hanya satu sekolah yang menggunakan bangunan ini.
2.      Jumlah “shift” tiap hari hanya satu. Kegiatan belajar untuk hari senin dimulai pukul 07.00-12.20 wita, hari selasa-kamis dan sabtu dimulai pukul 07.30-12.30 wita, dan hari jumat kegiatan belajar dimulai pukul 07.00-11.00 wita.

E.     Guru dan Siswa
1.      Jumlah guru
Jumlah guru yang mengajar disekolah ini sekitar 22 orang.
2.      Jumlah Kelas
Ada 9 ruang kelas yang digunakan sebagai tempat belajar mengajar di sekolah ini.
3.      Jumlah Siswa
Jumlah siswa di setiap kelas berbeda-beda.Jumlah siswa seluruhnya ada sekitar 278.siswa, namun dari hasil observasi ternyata ada beberapa siswa yang pindah ataupun berhenti dari sekolah tapi belum di data.

F.      Interaksi Sosial
1.      Hubungan guru-guru
Hubungan antara guru di sekolah ini baik, saling tegur sapa saat bertemu dan berbagai pengalaman mengajar saat istirahat.
2.      Hubungan guru-siswa
Hubungan antara guru dengan siswa cukup baik, walaupun terkadang ada siswa yang bersikap kurang sopan, namun masih dalam kenakalan remaja pada umumnya, mereka masih dapat ditegur dan diberikan pengarahan yang baik.
3.      Hubungan siswa-siswa
Hubungan antar siswa seperti di sekolah lain pada umunya. Mereka bermain dan bercanda, terkadang berlebihan sehingga tak jarang menimbulkan perdebatan bahkan perkelahian namun dapat diselesaikan secara kekeluargaan.
4.      Hubungan guru-pegawai TU
Hubungan guru dengan pegawai TU cukup baik, jika ada waktu atau keperluan baik guru maupun pegawai TU kadang saling mengunjungi.
5.      Hubungan sosial secara keseluruhan cukup baik, sehingga suasana kekeluargaan tercipta di lingkungan sekolah.

G.    Tata tertib
1.      Untuk siswa
Setiap siswa harus mematuhi tata tertib mulai dari pakaian seragam, jadwal belajar, dan lain sebagainya.Mereka harus mematuhi aturan yang telah ditetapkan.Siswa harus masuk kelas tepat waktu.
2.      Untuk guru
Setiap guru harus datang tepat waktu ke sekolah, mengisi jadwal hadir, memberikan pengajaran dengan terencana, melaporkan hasil belajar siswa, membimbing siswa dengan benar, memakai pakaian yang rapi kerena guru sebagai teladan bagi siswa.
3.      Untuk pegawai
Para pegawai yang lain pun demikian mematuhi peraturan sekolah dan mengerjakan tugas dan tanggung jawab masing-masing.

H.    Kesan umum
Secara umum sekolah ini memiliki bangunan yang baik kerena merupakan bangunan baru walaupun ruangan dan fasilitas yang tersedia belum lengkap namun pihak sekolah selalu berusaha unutk melengkapinya dari waktu ke waktu sehingga kegiatan belajar mengajar dapat terlaksana dengan baik tanpa ada hambatan.
Suasana sekolah cukup baik dan tercipta suasana kekeluargaan antar warga sekolah.


BAB III
OBSERVASI SETTING KELAS DAN KEGIATAN BELAJAR

A.    Hasil Obsevasi Setting Kelas
1.      Kurikulum Bidang Studi
Kurikulum merupakan salah satu program belajar bagi siswa yang disusun secara sistematis, yang diberikan oleh lembaga pendidikan tertentu untuk mencapai tujuan pendidikan. Kurikulum merupakan tempat berpijak suatu pendidikan, karena tanpa kurikulum proses belajar mengajar tidak dapat berlangsung. Pada waktu proses belajar mengajar guru harus berlandaskan kurikulum dan digunakan sebagai alat dalam proses pendidikan.
Kurikulum yang ditetapkan di SMP 17 Mataram sama dengan kurikulum di sekolah lainnya yaitu KTSP. Adapun komponen komponen dari KTSP meliputi
a.         Tujuan Pembelajaran Umum
b.        Alat dan Media Pembelajaran
c.         Silabus dan RPP
d.        Buku Sumber atau sumber belajar siswa
2.      Program Pengajaran
Program pembelajaran meliputi: Program Tahunan, Program Semester, Pengembangan Silabus dan Rencana Pembelajaran
a.    Program Tahunan
Program tahunan adalah program pembelajaran yang disusun seorang guru berdasarkan standar isi yang berpedoman pada kalender pendidikan yang ditetapkan sebagai acuan untuk pelaksanaan program belajar mengajar. Didalam program terdapat materi pembelajaran yang akan diajarkan selama satu tahun, lengkap dengan alokasi waktu yang telah ditetapkan
b.    Program Semester
Program Semester yaitu program pembelajaran dalam satu semester yang disusun berdasarkan program tahunan. Dan untuk satu tahun ada dua program semester yang dibuat.
c.    Program Pengembangan Silabus
Program pengembangan silabus merupakan penjabaran dari standar kompetensi,dimana dalam pengembangan silabus ini tiap-tiap pokok bahasan dan penyusunan disesuaikan dengan banyak sedikitnya bahan pelajaran dan harus berpatokan dengan kurikulum yang digunakan. Program pengembangan silabus ini disusun untuk masing-masing satu standar kompetensi yang dijabarkan ke dalam beberapa kompetensi dasar.
d.        Program Harian
Rencana pembelajaran merupakan penjabaran dari kegiatan pembelajaran.
3.      Jumlah Guru Bidang Studi
Jumlah guru du SMP Negeri 17 Mataram 22 orang terdiri dari 16 guru tetap dan 6 guru tidak tetap.
4.      Keadaan Sekolah/Kelas
a.    Keadaan Fisik Sekolah
Jumlah ruang kelas yang digunakan sebangai tempat belajar mengajar sebanyak 9 ruang, masing-masing berukuran 63 m2. Ruang kelas tersebut digunakan secara keseluruhan pada jadwal belajar pagi. Secara fisik keadaan kelas baik dan telah memenuhi syarat lokasi belajar mengajar.
b.    Pengaturan Kelas
Pengaturan kelas merupakan salah satu cara untuk menciptakan suasana kelas menyenangkan. Ini bertujuan untuk menciptakan kondisi yang optimal demi kelancaran proses belajar mengajar di kelas. Pengaturan kelas meliputi
1)        Penyusunan kepengurusan kelas yang terdiri dari ketua kelas, wakil ketua     kelas, sekertaris dan bendahara yang mempunyai tugas dan tanggung jawab   masing-masing.
2)        Pembagian tugas atau piket harian. Masing-masing siswa secara berkelompok bertanggungjawab terhadap kebersihan kelas dan keperluan kelas serta mengontrol absent atau kehadiran siswa dan dilakukan secara bergilir.
5.      Kegiatan Belajar Mengajar
      Rencana pembelajaran adalah segala rencana atau rancangan kegiatan pembelajaran yang dibuat guru sebelum mengajar dikelas.Rencana program pengembangan silabus dan rencana pembelajaran.
a.           Pengembangan silabus
Kompenen utama pengembangan silabus adalah kompetensi dasar,materi pokok/uraian materi,indicator pengalaman belajar,dan proses penilaian. Komponen yang perlu diperhatikan dalam menyusun program pengembangan silabus antara lain:
1)        Merumuskan kompetensi dasar yang merupakan penjabaran dari standar
2)        Kompetensi sesuai dengan kurikulum.
3)        Pengembangan atau uraian materi pelajaran.
4)        Materi yang dikembangkan harus sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.
5)        Pengalaman belajar yang merupakan penjabaran singkat upaya yang ditempuh untuk pencapaian kompetensi yang diharapkan
6)        Dalam KBM,metode dan tehnik yang digunakan harus relevan dengan materi pelajaran dan kemampuan siswa.
7)        Rencana Pembelajaran
Penyusunan rencana pembelajaran disesuaikan dengan program pengembangan silabus. Komponen RP adalah mata pelajaran,konsep,alokasi waktu,metode atau strategi,pembelajaran,kegiatan pembelajaran,instrumen untuk evaluasi.
b.      Konsultasi PPL
Bagi mahasiswa PPL wajib melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan guru pamong dan dosen pembimbing sebelum dan sesudah PPL. Sebelum proses belajar mengajar berlangsung terlebih dahulu konsultasi mengenai persiapan mengajar, materi yang dikonsultasikan diantaranya adalah pengembangan silabus, rencana pembelajaran, dan keterampilan dasar yang digunakan dalam setiap pertemuan di kelas.
c.      Persiapan diri
Persiapan diri sangat penting bagi guru agar pada saat penyampaian materi tidak mengalami kesulitan.Persiapan  diri menyangkut penguasaan materi dan metode pembelajaran maksimal.
d.     Mengadakan presentasi
Presentasi ini dilakukan untuk mengetahui keadaan siswa yang dilakukan setiap akan mulai dan setelah melakukan proses pembelajaran.
e.      Pengelolaan Kelas
Dalam pengelolan kelas seorang guru harus mampu menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang kondusif.
f.       Mengadakan evaluasi
Untuk mengetahui kemampuan siswa menerima materi pelajaran yang telah diberikan setiap pokok bahasan dilakukan evaluasi.Alat evaluasi berupa soal lisan maupun soal tulisan yang berisi materi yang sudah diberikan.Soal yang diberikan dapat berbentuk tugas kelompok atau tugas individu dan ulangan harian.Selain itu juga tujuan dari pengadaan evaluasi adalah melihat keberhasilan seorang guru dalam menyampaikan materi pelajaran yang tercermin dari evaluasi siswa.
B.     Realisasi Kegiatan Belajar Mengajar
Realisasi kegaiatan belajar mengajar dapat dilaksanakan dengan baik apabila semua persiapan pengajaran sudah matang. Sehingga memudahkan dalam proses belajar mengajar.
1.      Mengajar Terbimbing
Mengajar terbimbing merupakan tahap awal yang ditempuh oleh Mahasiswa PPL.Di bawah bimbingan guru pamong dan dosen pembimbing. Mengajar terbimbing merupakan sebuah proses mengajar di depan kelas dimana guru pamong ikut mengawasi bagaimana cara mahasiswa PPL membimbing siswa dan mengelola kelas selama pelajaran berlangsung. Kegiatan ini mencakup persiapan pengajaran dan keterampilan mengajar di depan kelas. Tujuan dari mengajar terbimbing ini adalah untuk membantu siswa dalam beradaptasi melaksanakan tugas mengajar di sekolah.
Hal-hal yang dilakukan antara lain membuka dan menutup pembelajaran di kelas, menggunakan metode mengajar, kesesuaian pengajaran dengan rencana pembelajaran, kesesuaian penyampaian materi dengan waktu yang tersedia, pengelolaan kelas, keefektifan penggunaan media pembelajaran,adanya kesinambungan komunikasi lisan dan tulisan,serta penyusunana alat evaluasi untuk menguji kompetensi siswa dan daya serap siswa terhadap materi.
2.      Mengajar Mandiri
Setelah mengadakan latihan mengajar secara terbimbing mahasiswa PPL selanjutnya mengadakan latihan mengajar secara mandiri. Dalam kegiatan ini ,mahasiswa PPL mengelola dan melaksanakan sendiri tugas-tugas keguruan baik mengenai materi,metode,serta administrasi mengajar. Mengajar mandiri dilaksanakan sesuai dengan jadwal belajar masing-masing kelas. Selama tahap latihan mengajar di depan kelas,yang menjadi sasaran utama adalah:
a.         Bagaimana membuka pelajaran dengan baik
b.        Penggunaan metode dan prosedur pengajaran yang baik
c.         Kesesuaian penyampaian materi dengan rencana pembelajaran yang telah dibuat
d.        Kesesuaian materi dengan alokasi waktu yang telah dibuat
e.         Pengelolaan kelas yang baik
f.         Keefektifan penggunaan media/ alat pembelajaran
g.        Keefektifan komunikasi
h.        Mengadakan evaluasi KBM, yaitu untuk mengetahui daya serap siswa terhadap apa yang telah diajarkan
3.      Ujian PPL
Ujian praktek mengajar merupakan kegiatan akhir dari pelaksanaan PPL. Pada waktu ujian mahasiswa dinilai cara mengajarnya di depan kelas maupun dalam menyelesaikan tugas-tugas administrasi lainnya.
C.     Faktor Pendukung
1.      Faktor dari Guru PPL
Faktor yang berasal dari guru PPL sangat berpengaruh terhadap kelancaran   proses belajar mengajar. Faktor-faktor ini meliputi:
a.         Persiapan yang matang dalam membuat rencana pembelajaran mulai dari membuat program semester sampai rencana pelaksanaan pembelajaran.
b.        Persiapan yang matang dari guru PPL, baik secara mental yaitu kesiapan di dalam mengajar maupun persiapan secara administrasi (silabus,RPP,media,dan alat evaluasi) dan segala hal yang berhubungan dengan lancarnya proses belajar mengajar.
c.         Penguasaan berbangai keterampilan mengajar oleh guru PPL merupakan faktor yang sangat penting dalam meningkatkan wibawa seorang guru PPL di mata siswa.
2.      Situasi dan Kondisi Sekolah
Situasi dan kondisi sekolah sangat berpengaruh terhadap lancarnya kegiatan belajar mengajar. Apabila situasi dan kondisi sekolah kondusif, maka akan tercipta proses belajar yang baik dan lancar.
3.      Faktor Siswa
Kesiapan siswa dalam menerima pelajaran seperti buku paket,alat tulis menulis serta hal-hal lainnya seperti minat belajar dan motivasi belajar akan mempengaruhi pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. Apabila kesiapan siswa sudah maksimal,maka tujuan pembelajaran lebih mudah tercapai.
4.      Kondisi Kelas ( Ruang Belajar)
Kondisi kelas atau ruang kelas yang kondusif akan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan lebih optimal. Suasana yang kondusif akan menciptakan suasana belajar yang baik dan lancar.
5.      Guru
Guru sangat berpengaruh terhadap proses belajar mengajar. Berapa hal yang sangat harus dimiliki oleh seorang guru antara lain:
1)      Persiapan yang matang dalam mengajar maupun persiapan secara administrasi baik dalam penyusunan program tahunaan,program semester,pengembangan silabus dan scenario pembelajaran, media, alat evaluasi, dan segala hal yang berkaiatan dengan proses belajar mengajar.
2)      Keterampilan mengajar,merupakan faktor pendukung yang sangat penting dalam kelancaran proses belajar mengajar.
6.      Perpustakaan
SMP Negeri 17 Mataram memiliki ruang perpustakaan dengan fasilitas yang cukup baik.
7.      Situasi dan Kondisi Sekolah
Situasi dan kondisi seklah sangat berpengaruh terhadap kegiatan belajar mengajar,situasi dan kondisi sekolah yang bersih, aman, tertib, dan baik akan menciptakan proses belajar yang baik pula. SMP Negeri 17 Mataram memiliki situasi dan kondisi sekolah yang cukup baik sehingga kegaiatn belajar berlangsung dengan lancar.
8.      Faktor Siswa
Persiapan siswa dalam menerima pelajaran sangat diperlukan agar kegiatan pembelajaran berlangsung dengan baik dan tujuan pembelajaran dapat tercapai.
9.      Kondisi dalam kelas
Kondisi dalam kelas juga mendukung terciptanya proses belajar mengajar yang berlangsung. Suasana kelas yang bersih, rapi dan tenang akan sangat menunjang siswa dalam menerima pelajaran, begitu juga guru dalam menyampaikan materi pelajaran.
10.  Faktor Pendukung Lainnya
Faktor-faktor lain yang sangat mendukung mahasiswa dalam melaksanakan Program Pengalaman Lapangan di SMP Negeri 17 Mataram adalah para guru, karyawan dan pengawai sekolah yang selalu membantu mahasiswa dalam melaksanakan tugas PPL.
D.    Faktor Penghambat
Pelaksanaan PPL di SMP Negeri 17 Mataram selama ini berjalan dengan baik dan lancar, tetapi mahasiswa masih menemukan beberapa hambatan dalam pelaksanaan baik hambatan yang berasal dari dalam diri mahasiswa PPL maupun hambatan yang berasal dari luar. Adapun hambatan-hambatan yang ditemui mahasiswa selama melaksanakan kegiatan PPL di SMP Negeri 17 Mataram adalah:
1.      Hambatan dari dalam
Hambatan-hambatan yang berasal dari dalam diri mahasiswa PPL antara lain:
a.       Kurangnya pengalaman mahasiswa PPL dalam mengelola kelas.
b.      Mahasiswa PPL masih belum dapat mengembangkan metode mengajar yang sesuai dengan kondisi siswa dan sekolah.
2.      Hambatan dari luar
Hambatan-hambatan yang dari luar mahasiswa melaksanakan kegiatan PPL antara lain:
a.       Selama proses belajar mengajar, motivasi siswa dalam menerima pelajaran masih kurang. Sebagian besar siswa tampak kurang berminat dalam menerima materi pelajaran, sehingga sulit untuk mengerti materi yang diajarkan oleh guru. Hal ini sering menggangu konsentrasi guru PPL dalam mengajar.
b.      Kondisi kelas kurang kondusif, banyak siswa yang ribut. Suasana kelas yang kurang mendukung akan menyebabakan pengelolaan kelas oleh mahasiswa PPL kurang baik karena mahasiswa mengalami kesulitan,baik dalam menyampaikan materi maupun saat melaksanakan Tanya jawab atau interaksi dengan siswa sehingga pelaksanaan kegiatan belajar mengajar menjadi terganggu
c.       Perbedaan taraf kecerdasan siswa dan kemamapuan siswa dalam menyerap materi pelajaran yang diberikan menyebabkan guru cukup kesulitan dalam mengorganisasikan materi pelajaran. Guru juga harus sering mengulang penjelasan pada siswa yang kurang paham terhadap materi yang diajarkan, terkadang siswa yang merasa sudah paham sering membuat keributan dalam kelas saat guru mengulang penjelasan. Hal ini menyebabkan waktu pembelajaran yang telah ditentukan menjadi kurang.
d.      Siswa masih ragu dan takut bertanya tentang materi pelajaran yang belum dimengerti.
e.       Masih ada siswa yang membeda-bedakan guru regular dan guru PPL.
f.       Letak sekolah yang berada di pinggir jalan raya sehingga suara kendaraan yang lalung lalang kadang mengganggu proses kegiatan belajar mengajar.
E.     Cara Mengatasi Hambatan
Adapun langkah-langkah yang ditempuh untuk menghadapi permasalahan-permasalahan tersebut antara lain:
1.         Cara mengatasi hambatan dari dalam diri mahasiswa PPL
a.       Mempersiapkan fisik dan mental sebelum mulai mengajar.
b.      Berkonsultasi dengan guru pamong tentang cara mengelola kelas
c.       Membaca buku yang berkaitan dengan metode-metode mengajar
d.      Mempersiapkan materi pelajaran dengan sebaik mungkin dan menentukan metode yang akan digunakan sehingga proses belajar mengajar berjalan lancar.
e.       Menggunakan metode mengajar yang bervariasi sehingga belajar menjadi lebih menyenangkan dan menarik.
f.       Dalam pelaksanaan KBM,guru selalu berpedoman pada rencana pembelajaran yang sudah dibuat sehingga penggunaan waktu akan lebih optimal.
2.         Cara mengatasi hambatan dari luar.
a.       Bagi peserta didik yang tidak memperhatikan atau membuat suasana kelas tidak nyaman atau rebut,diberikan hukuman ringan atau dilaporkan pada guru BP atau guru wali kelas yang bersangkutan.
b.      Mengadakan pendekatan dengan siswa yang kurang aktif dalam proses belajar mengajar di dalam kelas dengan harapan siswa tersebut lebih termotivasi dalam belajar.


BAB IV
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Berdasarkan uraian yang telah dipaparkan, dari laporan ini dapat diambil beberapa kesimpulan yaitu:
1.    Praktek pengalaman lapangan berlangsung dalam empat tahap yaitu:
a.      Tahap obervasi
Meliputi pengamatan terhadap lingkungan sekolah, keadaan fisik sekolah, penggunaan sekolah, guru, siswa dan interaksi sosial, tata tertib dan kesan umum.
b.      Tahap mengajar terbimbing
Mahasiswa sebelum mengajar secara mandiri terlebih dahulu diamati dan dibimbing oleh guru pamong. Untuk melihat kesiapan mahasiswa dalam proses mengajar dan menghadapi peserta didik.
c.      Tahap mengajar mendiri
Setelah mendapat bimbingan, mahasiswa diberikan kesempatan untuk mengajar secara mandiri.
d.     Ujian PPL
Mahasiswa PPL ini diuji oleh guru pamong dan dosen pembimbing dengan cara mengamati mahasiswa PPL saat mengajar dikelas.
2.      Melalui PPL  ini mahasiswa mengaplikasikan pengetahuannya. Berinteraksi dengan siswa dan berlatih bagaimana cara mengajar yang baik sehingga materi dapat dikuasai dengan mudah oleh siswa.
3.      Dengan PPL ini mahasiswa sebagai calon guru dapat memperluas wawasan dan pengetahuan mengenai situasi dan kondisi dunia pendidikan yang sebenarnya.
4.      Kegiatan PPL akan memberikan pengetahuan kepada mahasiswa sebagai calon pendidik  tentang karakteristik siswa yang beraneka ragam, perangkat-perangkat administrasi sekolah sehingga diharapkan dapat menguasai kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang pendidik.
B.     Saran
Pada bagian akhir laporan ini kami ingin memberikan beberapa saran yang berhubungan dengan pelaksanaan PPL, ini dimaksudkan untuk memberikan masukan suapaya pelaksanaan PPL berikutnya dapat menjadi lebih baik.
1.      Guru PPL harus mempersiapkan diri sengan sebaik mungkin dalam mengajar.
2.      Untuk memperkecil timbulnya hambatan dalam PPL, mahasiswa harus mematuhi peraturan sekolah tempat pelaksanaan PPL.
3.      Dalam pembimbingan mahasiswa PPL, hendaknya dilakukan dengan lebih optimal oleh semua pihak yang terkait sehingga mahasiswa bisa menjalankan tugasnya dengan baik.
4.      Mahasiswa PPL diharapkan lebih giat mencari metode mengajar yang baik, banyak berlatih, dan bertanya baik mengenai pelaksanaan PPL maupun kegiatan belajar mengajar di sekolah, sehingga pelaksanaan kegiatan PPL lebih terarah dan memperoleh hasil yang optimal.